• annie8

    Member
    11 October 2011 at 4:12 am
    Originaly posted by ingintahupajak:

    Penghitungan ulang disini harus dilakukan karena :
    1. PTKP yang didapat adalah dobel. Yaitu di PT A dapat PTKP, di PT B juga dapat PTKP (Dalam hal status di kedua perusahaan tersebut adalah pegawai tetap). Padahal seharusnya atas seluruh penghasilan yang diterima, hak PTKP nya hanya 1 kali.
    2. Misalkan Penghasilan Kena Pajak (PKP) di PT A 40 juta (masuk tarif PPh 5%). Sedangkan PKP di PT B 30 juta (masuk tarif PPh 5%), dimana seharusnya untuk menghitung PPh terutang di SPT Tahunan, seluruh penghasilan harus digabung terlebih dahulu.
    Maka PKP PT A + PKP PT B
    = 40 juta + 30 juta
    = 70 juta (masuk tarif PPh 5% dan 15%)

    Karena pengurang yaitu PTKP berkurang (dari 2 kali menjadi 1 kali) sehingga penghasilan yang menjadi dasar perhitungan PPh akan menjadi lebih besar dan,
    tarif PPh yang dikenakan ke sebagian penghasilan seharusnya lebih besar (sebagian masuk tarif 15%),
    maka akan terdapat kemungkinan KB dalam penghitungan kembali PPh terutang, di SPT Tahunan.

    rekan ingintahupajak,
    kekurangan bayar di SPT tahunan (berarti di pelaporan pph ps29) dilapor oleh PTA atau PTB atau??

    mengenai pph21/26 yg belum dilapor bulan lalu misalnya bln jun-Ags 2011 pelaporannya gimana?

    thx

    dibimbing ya..

    salam