• ingintahupajak

    Member
    18 July 2011 at 6:33 pm

    Saya coba memperjelas permasalahan.

    1. Transaksi yang terjadi adalah transaksi antara perusahaan rekan dengan Pemungut selain bendaharawan pemerintah~ berkode 03.
    2. Rekan menerbitkan FP bulan Mei.
    3. Bulan Juli ditentukan bahwa transaksi batal.
    4. BKP/JKP belum dibayar tapi PPN telah disetorkan oleh mereka karena mereka Pemungut.

    Pertanyaan :
    Atas PPN yang sudah disetor tersebut, bagaimana perlakuan perpajakannya?
    Transaksi batal, namun ada PPN yang disetor, apakah PK tersebut tetap harus dilaporkan di SPT Masa rekanan?
    Dengan kata lain, yang dirugikan adalah rekanan, karena ada PK yang seharusnya tidak terutang yang terlanjur disetor ke kas negara.
    Pbk? Restitusi? Atau ada cara lain yabg sesuai?

    Saya sendiri juga masih bingung, hanya membantu TS memperjelas kasus agar rekan2 yang lebih kompetern bisa memberi pencerahan secepatnya.
    Klo penjelasan saya salah, mohon dikoreksi, heheheh…