• hanif

    Member
    23 June 2011 at 4:49 pm

    Bentuk dan Tata Cara Pencatatan Penghasilan Yang Diterima
    Dari Kegiatan Usaha dan/atau Pekerjaan Bebas Yang Merupakan Objek Pajak
    Yang Tidak Dikenai Pajak Bersifat Final

    a. Peredaran kegiatan usaha dan/atau penerimaan bruto dari pekerjaan bebas harus dicatat secara teratur dan kronologis menurut urutan waktu.
    b. Bentuk catatan Peredaran dan/atau Penerimaan Bruto adalah seperti pada contoh di bawah ini :

    Peredaran dan/atau Penerimaan Bruto
    Jenis Usaha……………
    Tempat Usaha…………
    Tahun…

    Tanggal Uraian Jumlah Bruto (Rp) Keterangan
    (1) (2) (3) (4)
    1 Januari ……………………………………………… ………………………………………………
    …………………………… ……………………………………………… ………………………………………………
    …………………………… ……………………………………………… ………………………………………………
    31 Desember ……………………………………………… ………………………………………………
    Jumlah
    ………………………………………………

    Petunjuk pengisian :
    Kolom 1 : diisi dengan tanggal peredaran dan/atau penerimaan bruto.
    Kolom 2 : diisi dengan uraian mengenai peredaran dan/atau penerimaan bruto, misalnya penjualan batik tulis, penerimaan pengobatan pasien, dan sebagainya.
    Kolom 3 : diisi dengan jumlah (nilai rupiah) peredaran dan/atau penerimaan bruto setelah dikurangi dengan potongan harga, bila ada.
    Kolom 4 : diisi dengan keterangan yang dianggap perlu.
    c. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan cash register, maka jumlah peredaran dari kegiatan usaha dan/atau penerimaan bruto dari pekerjaan bebas yang dicatat secara harian adalah catatan cash register tersebut.
    d. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menggunakan cash register dan tidak menerbitkan faktur/nota/bon penjualan (sales invoice) atau bukti penerimaan lainnya, maka jumlah peredaran dari kegiatan usaha dan/atau penerimaan bruto dari pekerjaan bebas yang dicatat secara harian adalah penjumlahan dari penjualan tunai.
    e. Dalam hal Wajib Pajak orang Pribadi mempunyai beberapa jenis kegiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas dan/atau beberapa tempat usaha dan/atau pekerjaan bebas maka pencatatan dibuat secara terpisah untuk masing-masing jenis kegiatan usaha dan/atau pekejaan bebas, dan/atau beberapa tempat usahadan/atau pekerjaan bebas.
    f. Jumlah peredaran dari kegiatan usaha dan/atau penerimaan bruto dari pekerjaan bebas dalam suatu Tahun Pajak dihitung dengan cara menjumlahkan peredaran dan/atau penerimaan bruto dari bulan Januari sampai dengan Desember.
    g. Wajib Pajak orang pribadi wajib menyimpan semua dokumen yang berkaitan dengan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, baik mengenai peredaran atau penerimaan bruto maupun mengenai pembelian, biaya usaha, dan pengeluaran lainnya.