• lah093

    Member
    28 December 2010 at 4:45 pm

    Salam…

    Ada perusahaan garmen, kantor pusat di China .Di Indonesia buka kantor khusus Marketing (Juni 2010). Tidak ada profit di Indonesia, mendapat NPWP Agustus 2010. Setiap bulan kantor Pusat mengirimkan biaya operasional untuk kantor khusus marketing di Indonesia. Pertanyaannya: 1. Biaya operasional dari kantor pusat, tidak dipotong pajak oleh kantor pusat, apakah yang harus dilakukan kantor di Indonesia ?
    2. Jika sampai Des 2010 belum jelas hak pemotongan pajak atas biaya operasional tersebut, dalam menyusun laporan keuangan kantor marketing tersebut, maka sebaiknya biaya operasional kantor pusat tersebut dimasukkan ke pos apa ya dalam neraca atau profit/loss?