• section1

    Member
    22 November 2010 at 2:33 pm
    Originaly posted by azies:

    Dear Rekan Ortax,

    Saya mau tanya, mulai bulan April kan Faktur Pajak harus sudah mengikuti peraturan PPN terbaru yaitu UU No 42. th 2009. Dimana setiap penyerahan barang dan jasa dibuatkan satu Faktur Pajaknya (satu surat jalan satu faktur pajak). Tapi apabila ada supplier yang tidak mengkuti peraturan PPN terbaru tersebut, dan dari pihak kitanya juga sudah mengingatkan dan memperingatkan si suplliernya kalo harus mengikuti peraturan PPN terbaru, tapi si suppliernya tetap tidak mau merevisi faktur pajaknya, apakah apabila faktur pajak dari supplier tersebut tetap kita terima, dari pihak perusahaan kitanya terkena dampak atau sanksi dari pajak tidak?
    Mohon sulusinya kepada rekan ortax.

    Terima Kasih.

    yg ingin saya tanyakan :
    1. apakah saudara telah membayar tagihan mereka atau belum ?
    bila memang sudah dibayar, apakah saudara membayar harga beli-nya saja atau berikut ppn-nya ?

    saran saya :
    1. bila saudara telah membayar tagihan mereka termasuk ppn-nya maka tetap bicarakan ke staff pajak mereka untuk revisi fp. krn fp yg telah mereka terbitkan tsb dapat dikategorikan cacat & ada kemungkinan fp tsb ditolak pd saat pemeriksaan pajak .
    2. bila tagihan-nya belum dibayar, maka saudara boleh membayar hanya nilai barang-nya saja (sebelum pajak). dan janjikan begitu revisi fp-nya anda terima maka ppn-nya akan dibayar .

    saya yakin mereka mau mengikuti aturan main bila masih ingin jd supplier anda.