• barca

    Member
    28 August 2012 at 8:20 am
    Originaly posted by AdeR:

    PMK 22 ini tentunya akan memperkecil peluang bagi lulusan perguruan tinggi di bidang perpajakan untuk bekerja sebagai seorang kuasa Wajib Pajak maupun bekerja sebagai karyawan di bidang perpajakan. Implikasi lebih luas dari PMK 22 ini akan menyebabkan orang berpikir panjang untuk mengambil jurusan pajak dan tentunya berdampak kepada pengembangan sistem perpajakan Indonesia karena orang akan malas untuk mendalami perpajakan secara akademis atau secara keilmuan. Ini tentu tidak kondusif bagi Ditjen Pajak sendiri.

    itu kan kata ente.. kalo kualitas lulusan perguruan tinggi pajak itu baik. tentu aja akan gampang dicari oleh pekerjaan. tapi kalo lulusannya kayak ente, wajar aja WPnya gak mau.