• lingga

    Member
    5 October 2010 at 3:49 pm
    Originaly posted by xatrock:

    bagaimana dengan pendapat rekan lingga tentang pertanyaan di topik ini.. 🙂

    bae lah jika saya harus berpebdapat
    klo menurut saya, ini ibaratnya mengerjakan sebuah hal yg sia2,sudah jelas cacat kok diterima.
    sederhana nya seperti ini.
    Faktur itu kan sama halnya dengan "uang," ( tapi lakunya hanya diperpajakan aja, klo buat beli baju ditanah abang pasti ga ada yg terima heheh..)
    klo "uang" tersebut robek/bagian yg lain hilang atu benang pengamanya hilang pasti ga ada yg mau terima pasti dianggap uang ga laku ato palsu.
    lantas apa sebagai penerima uang tersebut mau trima dg kondisi seperti itu, pasti ga ada yg mau
    apa rekan xatrock bisa terima gaji dg uang "robek"
    fairnya itu tetap uang(asli) tapi tidak bernilai karna (robek/bagain yg lain hilang).

    demikian rekan

    salam