• handokotjk

    Member
    24 September 2010 at 4:49 pm
    Originaly posted by junjungansitohang:

    ) Penghitungan jumlah penjualan dalam suatu periode harus meliputi seluruh penjualan, baik yang tunai maupun yang bukan

    Yang kita bahas ini bukan mengenai metode pembukuan, yang saya sependapat dengan rekan simonalim tadi adalah, bahwa adalah adil apabila penghasilan sudah diterima, pajak penghasilan dibayarkan, kita mesti membedakan metode pembukuan dengan masalah yang kita bahas ini, saya mungkin (sangat) kurang paham akuntansi secara keseluruhan, tapi persoalannya ini apapun metode yang dipakai oleh si pemotong, kalau anda mengatakan bahwa bagi si pemotong bila biaya dibebankan sudah wajib potong pajak penghasilan, gimana dong dengan yang dipotong, oke kita sebut dia pake accrual basic, dicatatnya semua pihutangnya (yang nggak ada jaminan terbayar), dari segi keadilan, apakah sudah adil, untuk si pemotong sih adil-adil aja (sudah ngutang, kalau cuma potong pajak orang ,apa sih susahnya).
    Jadi saya lihat, sudut pandang rekan junjungansitohang, hanya dari sudut pandang si pemotong, ya jelas, kalau melanggar ada pidananya, kasihan dong yang dipotong, belum dibayar, nanggung beban pajak (PPN dan PPh badan),
    dan selama ketentuan ini belum jelas, menurut saya tidak ada kesimpulan, karena fiskus enak saja berdalih sebagaimana yang rekan junjungansitohang sebutkan, mungkin ini perlu ada pembahasan dari DPR untuk kejelasan ini, karena azas keadilan bagi yang dipotong tidak terpenuhi dengan ketentuan ini.

    Salam.