• ewox

    Member
    22 June 2010 at 4:29 pm

    mohon ijin menjawab rekan hanif, he he he heh

    Originaly posted by ramces:

    maksudnya
    Jika Penyerahan 05/05/2010, belum dibuatkan FP-nya. Namun terjadi Retur 20/05/2010, dimana Pembeli membuat Nota Rettur. Maka Si penjual tidak usah menerbitkan FP atas penyerahan 05/05/2010 dan Nota rettur tsb tidak usah di laporkan.

    Jika Penyerahan 05/05/2010, belum dibuatkan FP-nya. SPT PPN Mei telah dilaporkan tgl 10/06/2010. Namun terjadi Retur tgl 11/06/2010 atas penyerahan tgl 05/05/2010, dimana Pembeli membuat Nota Rettur. Maka Si penjual tidak usah menerbitkan FP atas penyerahan 05/05/2010 dan Nota rettur tsb tidak usah di laporkan. sehingga tidak perlu dilakukan Pembetulan SPT.

    Pasal 4

    (1) Dalam hal terjadi Pengembalian Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1),
    Pembeli harus membuat dan menyampaikan nota retur kepada Pengusaha Kena Pajak Penjual.

    (2) Nota retur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit harus mencantumkan:
    a. nomor urut nota retur;
    b. nomor, kode seri, dan tanggal Faktur Pajak dari Barang Kena Pajak yang dikembalikan;
    c. nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak Pembeli;
    d. nama, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak Pengusaha Kena Pajak Penjual;
    e. jenis barang, jumlah harga jual Barang Kena Pajak yang dikembalikan;
    f. Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Kena Pajak yang dikembalikan, atau Pajak Pertambahan
    Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak yang tergolong mewah
    yang dikembalikan;
    g. tanggal pembuatan nota retur; dan
    h. nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani nota retur.
    (3) Nota retur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibuat pada saat Barang Kena Pajak
    dikembalikan.

    (4) Bentuk dan ukuran nota retur sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dibuat sesuai dengan kebutuhan
    administrasi Pembeli.
    (5) Contoh bentuk dan ukuran nota retur sebagaimana dimaksud pada ayat (4) adalah sebagaimana
    tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini, yang merupakan bagian yang tidak
    terpisahkan dari Peraturan Menteri Keuangan ini.
    (6) Nota retur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat paling sedikit dalam rangkap 2 (dua) yaitu:
    a. lembar ke-1: untuk Pengusaha Kena Pajak Penjual;
    b. lembar ke-2: untuk arsip Pembeli.
    (7) Dalam hal Pembeli bukan Pengusaha Kena Pajak, nota retur dibuat paling sedikit dalam rangkap 3
    (tiga), dan lembar ke-3 harus disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Pembeli terdaftar.
    (8) Pengembalian Barang Kena Pajak dianggap tidak terjadi dalam hal:
    a. nota retur tidak selengkapnya mencantumkan keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat
    (2);
    b. nota retur tidak dibuat pada saat Barang Kena Pajak tersebut dikembalikan sesuai dengan
    ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3); atau
    c. nota retur tidak disampaikan sebagaimana dimaksud ayat (7).

    dan ini nih.
    (2) Pengurangan Pajak Masukan, pengurangan harta, atau pengurangan biaya, oleh Pembeli atau Penerima
    Jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) dilakukan dalam Masa Pajak saat
    terjadinya pengembalian Barang Kena Pajak atau Pembatalan Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud
    dalam Pasal 3.