• kintax

    Member
    26 April 2010 at 11:04 am
    Originaly posted by cahayalestari:

    Menurut saya rekan2… faktur pajak yang lama masih bisa kita gunakan karena selain menekan cost juga tidak menyalahi aturan karena yang perlu adalah isi dari apa yg tercantum dalam faktur pajak itu tadi & nilai ppn- nya tercantum, faktur pajak khan fungsinya sebagai bukti pembayaran ( dalam hal ini kwitansi/nota ).
    Slain itu juga kita perlu waktu untuk mencari / mencetak faktur pajak format baru.
    Saya lihat ada 2 point yg berubah pada form baru ini
    1. Faktur pajak standar menjadi hanya faktur pajak
    2. Tanggal Pengukuhan PKP tidak tercantum lagi pada Faktur Pajak ( versi baru )

    ada sedikit tidak mengerti bila nanti total FP yang digabungkan jumlahnya dalam SPT PPN bulanan terdapat DPP FP Sederhana dengan jumlah rinci 1107 A PPN penjualan penyerahan bukan pemungut, apakah no serie FP akan tidak runut mengingat sebahagian nomor urut tersebut dipakai untuk pengakuan penjualan FP yang tidak lengkap tadi…?
    Trus masih dalam golongan FP sederhana…. apakah tarif PPN juga diberlakukan berbeda sepanjang pembeli barang tidak memberikan nomor identitas NPWPnya? mengingat data minimal FP tidak lengkap itu harus mencakup nama, alamat dan NPWP si pembeli…
    salam