• sistop

    Member
    6 June 2015 at 12:05 pm
    Originaly posted by begawan5060:

    Silahkan rekan-rekan coba kasus dibawah ini :
    1. Kenapa membuat FP Pengganti secara key in tidak bisa mengubah Nama dan alamat PKP pembeli, sedangkan dengan cara import bisa?
    2. Kenapa membuat FP Pengganti secara key in tidak bisa mengubah kode transaksi (misal dari 01 menjadi 03 atau sebaliknya), sedangkan dengan cara import bisa?
    3. Kenapa FP yang diganti masih tetap muncul dengan DPP = 0 dan PPN = 0? Bukankah seharusnya FP yang diganti sudah tidak ada lagi?
    4. Bagaimana halnya jika FP yang diganti adalah FP yang diterbitkan sebelum efaktur?
    5. Diskon harus diisikan per item barang, kenapa tidak dirancang pengisian diskon untuk keseluruhan barang yang tertera dalam FP?
    6. Kenapa merekam PPN Keluaran kode transaksi 07 atau 08 dengan cara impor, pada preview dan printout-nya tidak muncul cap/stempel keterangannya? Padahal sewaktu kita check secara key in cap/stempel keterangannya sudah ada. Sedangkan kalau kita rekam secara key in bisa muncul.
    7. Kenapa tidak ada fitur untuk merekam tanggal dan NTPN atas SSP Pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean?
    8. PPN Masukan yang sudah direkam dan di-upload ternyata terdapat kesalahan entry, kenapa tidak bisa lagi diubah? Bukankah seharusnya dirancang bisa diubah sehingga kita bisa membetulkan SPT-nya?
    9. PPN Masukan yang sudah direkam dan di-upload ternyata tidak jadi kita kreditkan pada masa pajak tersebut, kenapa tidak bisa lagi dihapus? Bukankah seharusnya dirancang bisa dihapus sehingga kita bisa membetulkan SPT-nya?
    10. Bagaimana merekam PPN Masukan yang sebagian dikreditkan dan sebagian lagi tidak dikreditkan?
    11. SPT Lebih Bayar (LB) dibetulkan menjadi LB lebih kecil. Dalam demikian terdapat 2 opsi, yaitu :
    a. Pilihan pertama : menyetor PPN kurang bayar sesuai butir II.F dan tidak perlu melakukan pembetulan masa pajak berikutnya.
    b. Pilihan kedua : mengkompensasikan lebih bayar hasil pembetulan sesuai butir II.D ke masa pajak berikutnya, dan harus melakukan pembetulan masa-masa pajak berikutnya.
    Kenapa hal tersebut tidak bisa dilakukan? Bukankah seharusnya bisa?

    Nambah pertanyaan
    1. Ada menu impor pada Menu :Dokumen lain –> Pajak Keluaran u penyerahan dgn dok tertenty dan/atau ekspor. kalau ada menu impor kenapa ga ada menu ekspor y, trus gimana caranya impor data kalau g bisa ekspor data dulu?