• ainal

    Member
    8 February 2014 at 4:16 pm
    Originaly posted by begawan5060:

    Masalahnya bukan di pihak kita… tetapi di pihak fiskus dan programernya

    Berbicara Pembuatan Bukti Potong. .
    Bukankah Pihak Perusahaan Wajib membuatkan Bukti Potong kapada semua Pegawai Tetap maupun Lepas tanpa memandang apakah Gajinya Melebihi PTKP atau tidak.
    Karena nantinya bukti potong tersebut untuk perhitungan pelaporan SPT tahunan bagi setiap Wajib Pajak. Contohnya WP Rudi bekerja sebagai PTT di sebuah perusahaan dengan Gaji dibawah PTKP 1.500.000. Kalo perusahaan tidak membuatkan bukti potong bagaimana WP Rudi melaporkan SPT tahunan nya nanti. yang lebih parahnya lagi jika WP Rudi Bekerja sebagai PTT lebih dari 4 atau bahkan lebih di sebuah perushaan dan kesemuanya itu tidak dibuatkan bukti potong. padahal pada saat perhitungan pelaporan SPT Tahunan bahwa WP Rudi terdapat Hutang Pajak karena kalo di gabung dari setiap bukti potng tentu gajinya melebihi PTKP.
    Melihat Pembahasan di Topik yang lain bahwa di Per-14 nya menyebutkan melakukan pemotongan bukan Bukti Potong Rekan.
    Jadi, kalo menurut saya sebaiknya tetap di buatkan Bukti Potong Rekan walaupun dalam hal Pelaporan Menggunakan e-SPT maupun Tidak.

    Mohon koreksi jika ada yang salah
    Salam