Ortax Forums PPh Orang Pribadi Perhitungan pajak sebelum mendaftar NPWP Reply To: Perhitungan pajak sebelum mendaftar NPWP

  • Johnson

    Member
    26 December 2021 at 2:29 pm

    1. Jika sesuai konsep peraturan perpajakan, harus dilaporkan. Semua ini tergantung dari seberapa kuat bukti yang rekan miliki (bukti penghasilan). Jadi jika pada 2021, rekan melaporkan sejumlah harta yang diperoleh dari usaha antara 2015 – 2019 di kolom harta (cth uang tunai atau deposito), maka rekan perlu membuktikan bahwa harta tersebut berasal dari penghasilan 2015 – 2019 yang nota bene masih dibawah PTKP alias tidak kena pajak. Jika rekan tidak bisa membuktikan maka dikhawatirkan harta 2015 – 2019 , secara keseluruhan akan dianggap sbg penghasilan di 2021, sehingga jumlah total penghasilan di tahun 2021 nya melebihi PTKP dan dikenai pajak semuanya. Karena rekan baru mendapat NPWP di tahun 2021. Rekan hanya punya kewajiban melaporkann SPT Tahunan sejak 2021, rekan tidak akan di sanksi atas “tidak melaporkan SPT” tahun 2015 – 2019.

    2. penhasilan usaha dari 2020, diperlakukan sama dengan jawaban no.1.

    2a. Sekarang tidak ada lagi TA, ingat Pemerintah bukan menerbitkan TA jilid 2. Tetapi hanya sebuah skema yang mengijinkan WP “secara sukarela” melaporkan Harta yang “lupa” dilaporkan tanpa sanksi berat. Kembali jika rekan punya bukti kuat penghasilan 2015 – 2020 , pada masing-masing tahun masih dibawah PTKP, rekan cukup laporkan Harta (dari penghasilan 2015 – 2020, seeprti uang atau Deposito) di SPT 2021. Tapi jika rekan tidak yakin bukti nya lengkap dan kuat, ada baiknya rekan pertimbangkan Skema Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dimana semua harta dari 2015 – 2020 dikenakan pajak dengan tarif tetap/flat. Tergantung jumlah harta, bisa jadi PPS tidak cocok dengan rekan.

    3. Saya sarankan : demi kepentingan perpajakan, rekan anggap saja baru mulai berusaha di bulan Des 2021, dan mulai setor PPH UMKM 0,5% sejak Desember 2021. Untuk seluruh Harta yang diperoleh dari usaha 2015 – 2021 Nov, ini kembali ke rekan, apakah rekan yakin punya bukti kuat bahwa penghasilan di periode tersebut dibawah PTKP? jika tidak yakin, rekan pertimbangankan ikuti PPS nanti di Jan-2022.

    4. Saya tidak sarankan rekan buat E-Billing utk masa pajak yang telah lewat. Ingat segala Setoran Pajak utk Masa yang sudah lewat akan dikenai denda bunga.

    PPS memang di desain utk WP yang memperoleh Harta sejak 2016 – 2020, tapi tidak/lupa laporkan di SPT 2016 – 2020, WP diberi kesempatan utk laporkan Harta tsb tanpa dikenai sanksi berat. PPS ini hanya berlaku sampai Juni 2022.

    Mohon maaf, jika jawaban saya masih seputar kulit karena untuk perencanaan diperlukan informasi tamabahan dari rekan, tanpa mengetahui kondisi lengkap yang rekan hadapi saya tidak bisa memberi saran yang lebih mendalam.