Media Komunitas Perpajakan Indonesia Forums PPh Pemotongan/Pemungutan pelaporan pph 4 ay 2 atas penghasilan bruto 1% jan 2014

  • pelaporan pph 4 ay 2 atas penghasilan bruto 1% jan 2014

  • priadiar4

    Member
    3 February 2014 at 4:49 pm
    Originaly posted by elifitriyah:

    ou…begitu…
    itu dihitung dari jan-jun 2013 ya rekan..

    iya

    Originaly posted by elifitriyah:

    kalau saya ditanya pajak kenapa balik lagi ke PPh 25, saya jawab dengan menggunakan PPN Masa saya mulai bulan jan s/d Des 2013 y rekan…hehe,,,

    berdasarkan catatan peredaran bruto 2013 telah melebihi 4, 8 M dan Pasal 25 dihitung sebagai WP Baru

  • priadiar4

    Member
    3 February 2014 at 4:49 pm
    Originaly posted by elifitriyah:

    ou…begitu…
    itu dihitung dari jan-jun 2013 ya rekan..

    iya

    Originaly posted by elifitriyah:

    kalau saya ditanya pajak kenapa balik lagi ke PPh 25, saya jawab dengan menggunakan PPN Masa saya mulai bulan jan s/d Des 2013 y rekan…hehe,,,

    berdasarkan catatan peredaran bruto 2013 telah melebihi 4, 8 M dan Pasal 25 dihitung sebagai WP Baru

  • ktfd

    Member
    4 February 2014 at 4:20 pm

    se 42/2013
    e.
    10. Wajib Pajak wajib menyetor Pajak Penghasilan terutang sebagaimana dimaksud pada butir 6 ke kantor pos atau bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan, dengan menggunakan Surat Setoran Pajak atau sarana administrasi lain yang dipersamakan dengan Surat Setoran Pajak, yang "telah mendapat validasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN)", paling lama tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.
    11. Wajib Pajak yang melakukan pembayaran Pajak Penghasilan "sebagaimana dimaksud pada butir 10 wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa" Pajak Penghasilan paling lama 20 (dua puluh) hari setelah Masa Pajak berakhir.
    12. Wajib Pajak yang telah melakukan penyetoran Pajak Penghasilan sebagaimana "dimaksud pada butir 10 dianggap telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa" Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada butir 11, sesuai dengan tanggal validasi NTPN yang tercantum pada Surat Setoran Pajak.
    13. Ketentuan mengenai pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan "sebagaimana dimaksud pada butir 11 diberlakukan mulai Masa Pajak Januari 2014".

    ini baru lengkap…
    dan menurut aturan tsb, maka meskipun "wp sudah setor dan dapat ntpn" tetap harus
    bikin spt masa, yg berlaku mulai jan 14 (butir 13).

    meskipun di butir 12 dibilang bhw jika sdh punya ntpn, mk tak wajib lap spt masa,
    namun oleh butir 13 tetap disuruh lap spt masa (butir 10 & 11) mulai jan 14.

    dan akibatnya… he3… ini yg mengasyikkan…
    adalah "kebingungan lagi dan lagi", apakah mulai jan 14, meskipun sudah dapat ntpn,
    tetap harus lap spt masa ataukah cukup "menuruti butir 12 tok" yg menyatakan bhw
    jika sudah dapat ntpn mk tak perlu lap spt masa???

    ak tak tau…

  • ktfd

    Member
    4 February 2014 at 4:20 pm

    se 42/2013
    e.
    10. Wajib Pajak wajib menyetor Pajak Penghasilan terutang sebagaimana dimaksud pada butir 6 ke kantor pos atau bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan, dengan menggunakan Surat Setoran Pajak atau sarana administrasi lain yang dipersamakan dengan Surat Setoran Pajak, yang "telah mendapat validasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN)", paling lama tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.
    11. Wajib Pajak yang melakukan pembayaran Pajak Penghasilan "sebagaimana dimaksud pada butir 10 wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa" Pajak Penghasilan paling lama 20 (dua puluh) hari setelah Masa Pajak berakhir.
    12. Wajib Pajak yang telah melakukan penyetoran Pajak Penghasilan sebagaimana "dimaksud pada butir 10 dianggap telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa" Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada butir 11, sesuai dengan tanggal validasi NTPN yang tercantum pada Surat Setoran Pajak.
    13. Ketentuan mengenai pelaporan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan "sebagaimana dimaksud pada butir 11 diberlakukan mulai Masa Pajak Januari 2014".

    ini baru lengkap…
    dan menurut aturan tsb, maka meskipun "wp sudah setor dan dapat ntpn" tetap harus
    bikin spt masa, yg berlaku mulai jan 14 (butir 13).

    meskipun di butir 12 dibilang bhw jika sdh punya ntpn, mk tak wajib lap spt masa,
    namun oleh butir 13 tetap disuruh lap spt masa (butir 10 & 11) mulai jan 14.

    dan akibatnya… he3… ini yg mengasyikkan…
    adalah "kebingungan lagi dan lagi", apakah mulai jan 14, meskipun sudah dapat ntpn,
    tetap harus lap spt masa ataukah cukup "menuruti butir 12 tok" yg menyatakan bhw
    jika sudah dapat ntpn mk tak perlu lap spt masa???

    ak tak tau…

  • ktfd

    Member
    4 February 2014 at 4:22 pm

    pas baca pertama kali se 42 ini, aku sudah menduga2 hal ini bakal membingungkan…
    dan ternyata… engingeng…

    atau kita kembalikan ke kebijakan masing2 kpp/fiskus lagi, seperti problem2 sebelumnya…

    ak tak tau…

  • ktfd

    Member
    4 February 2014 at 4:22 pm

    pas baca pertama kali se 42 ini, aku sudah menduga2 hal ini bakal membingungkan…
    dan ternyata… engingeng…

    atau kita kembalikan ke kebijakan masing2 kpp/fiskus lagi, seperti problem2 sebelumnya…

    ak tak tau…

  • hangsengnikkei

    Member
    4 February 2014 at 4:28 pm
    Originaly posted by ktfd:

    pas baca pertama kali se 42 ini, aku sudah menduga2 hal ini bakal membingungkan…
    dan ternyata… engingeng…

    udah ga usah bingung2, kl disalahin ya silahkan salahin aturan trs fiskusnya suruh ajukan uji materi, hihihi…

  • hangsengnikkei

    Member
    4 February 2014 at 4:28 pm
    Originaly posted by ktfd:

    pas baca pertama kali se 42 ini, aku sudah menduga2 hal ini bakal membingungkan…
    dan ternyata… engingeng…

    udah ga usah bingung2, kl disalahin ya silahkan salahin aturan trs fiskusnya suruh ajukan uji materi, hihihi…

  • ktfd

    Member
    4 February 2014 at 4:38 pm
    Originaly posted by hangsengnikkei:

    udah ga usah bingung2, kl disalahin ya silahkan salahin aturan trs fiskusnya suruh ajukan uji materi, hihihi…

    he3… kalau cuma disalahin gpp… lha kalau disuruh bayar denda/sanksi, enak di fiskus
    sakit di wp dong…
    mosok perlu kayak yusril yg mau datangkan "ahli bahasa indonesia" ke judicial review…

  • ktfd

    Member
    4 February 2014 at 4:38 pm
    Originaly posted by hangsengnikkei:

    udah ga usah bingung2, kl disalahin ya silahkan salahin aturan trs fiskusnya suruh ajukan uji materi, hihihi…

    he3… kalau cuma disalahin gpp… lha kalau disuruh bayar denda/sanksi, enak di fiskus
    sakit di wp dong…
    mosok perlu kayak yusril yg mau datangkan "ahli bahasa indonesia" ke judicial review…

  • hangsengnikkei

    Member
    4 February 2014 at 4:39 pm
    Originaly posted by ktfd:

    mosok perlu kayak yusril yg mau datangkan "ahli bahasa indonesia" ke judicial review…

    ini penting ini…

  • hangsengnikkei

    Member
    4 February 2014 at 4:39 pm
    Originaly posted by ktfd:

    mosok perlu kayak yusril yg mau datangkan "ahli bahasa indonesia" ke judicial review…

    ini penting ini…

  • ktfd

    Member
    4 February 2014 at 5:07 pm
    Originaly posted by hangsengnikkei:

    ini penting ini…

    waini…

    mbok ya dibantah atau dikomentari bunghang… ojo cuman penting2 tok… he3…

  • ktfd

    Member
    4 February 2014 at 5:07 pm
    Originaly posted by hangsengnikkei:

    ini penting ini…

    waini…

    mbok ya dibantah atau dikomentari bunghang… ojo cuman penting2 tok… he3…

  • hangsengnikkei

    Member
    4 February 2014 at 5:09 pm
    Originaly posted by ktfd:

    mbok ya dibantah atau dikomentari bunghang… ojo cuman penting2 tok… he3…

    hehehe…kan udah komentar saya ga usah lapor kl udah bayar yg ada NTPN, kl masih bingung sama itu SE yo wis bingung sendiri wae, ga usah ajak2 saya

Viewing 46 - 60 of 63 replies

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now