Informasi Pajak Terkini Forums Lain-lain koreksi fiskal

  • koreksi fiskal

     irwanwisanggeni updated 13 years, 5 months ago 6 Members · 18 Posts
  • adita

    Member
    18 June 2009 at 8:25 am
  • adita

    Member
    18 June 2009 at 8:25 am

    sebagai orang awam yg baru melek pajak
    mau tanya nih..
    apakah biaya yg timbul akibat jasa misal sewa kendaraan, jasa perbaikan, dan jasa lainya. yg telah dipotong PPh pasal 23. ato pph pasal 4 ayat 2 konstruksi maupun sewa tanah dan bagunan.
    tidak bisa dikoreksi fiskal lagi?

    mohon pencerahannya..

  • ayrus_alfayed

    Member
    18 June 2009 at 8:37 am
    Originaly posted by adita:

    telah dipotong PPh pasal 23

    ini termasuk pph yang TIDAK BERSIFAT FINAL sehingga biaya2 yang terkait dengannya dapat dibiayakan dan bukti potong atas pph 23 tsb dapat dikreditkan..

    Originaly posted by adita:

    pph pasal 4 ayat 2

    ini termasuk pph yang BERSIFAT FINAL sehingga biaya2 yang timbul terhadapnya tidak dapat dibiayakan karena sudah final begitupun bukti potong (misal : pph 4 (2)) tidak dapat dikreditkan

    tapi untuk catatan misalnya ada jasa sewa ruangan.
    Bagi yang memiliki bangunan yang disewakan : biaya perawatan bangunan ataupun biaya lainnya tidak dapat dibiayakan alias sudah final (harus dikoreksi) begitupun dengan bukti potong-nya yg tidak dapat dibiayakan

    Bagi yang menyewa : biaya sewa atas ruangan tsb yg telah dibayar dapat dibiayakan

    tq

  • iroy_7

    Member
    18 June 2009 at 8:41 am

    Bisa Ga ya??? kynya sech Kaga bs…..Coba Seniornya kemana ya…..?? 🙂

  • Sandi DP

    Member
    18 June 2009 at 8:42 am

    Rekonsiliasi untuk Koreksi Fiskal itukan gunanya untuk mereviu apakan pajak yang sudah dibayar final atau non final. ini tambahan sedikit dari saya. mudah2an tidak salah. Salam kenal.

  • irwanwisanggeni

    Member
    18 June 2009 at 8:59 am

    SEMUA BIAYA TERSEBUT DAPAT DIBIAYAKAN REKAN ADITA…

  • adita

    Member
    18 June 2009 at 9:02 am

    kami sebagai pemotong pph 23
    jadi semua biaya atas jasa yg kmi bayarkan dapat dibiayakan.berati ga perlu dikoraksi ya. gitu maksudnya ya mas irwan

    Originaly posted by irwanwisanggeni:

    SEMUA BIAYA TERSEBUT DAPAT DIBIAYAKAN REKAN ADITA…

  • ayrus_alfayed

    Member
    18 June 2009 at 9:20 am
    Originaly posted by irwanwisanggeni:

    SEMUA BIAYA TERSEBUT DAPAT DIBIAYAKAN REKAN ADITA…

    mwo tambahin aza sedikit…

    betul biaya tsb dapat dibiayakan semua dgn catatan PPh tsb TIDAK FINAL

    tetapi jika PPh tsb adalah FINAL (misal sewa tanah dan atau bangunan) maka biaya2 harus dikoreksi karena pendapatannya sudah tidak dapat diperhitungkan kembali demikian pula biaya HARUS dikoreksi sehingga tidak ada biaya cfm fiskal

    saya beri ilustrasi (khusus PPh final bagi PKP yang punya gedung) sbb :
    pendapatan====> Rp. 100 dikoreksi sehingga pendapatan cfm fiskal ===> Rp. 0
    biaya ========> Rp. 50 dikoreksi sehingga biaya cfm fiskal =======> Rp. 0
    Phkp ==========> Rp. 0
    Kredit Pajak Final ==> Rp. 0
    PPH TERUTANG AKHIR TAHUN ==> Rp. 0 (nihil)

    tapi jika biaya dapat dibiayakan (alias tidak dikoreksi) maka akan terjadi LB
    pendapatan====> Rp. 100 dikoreksi sehingga pendapatan cfm fiskal ===> Rp. 0
    biaya ========> Rp. 50 tdk dikoreksi sehingga biaya cfm fiskal ===> Rp. 50
    PhKP ===> (Rp. 50)
    Kredit Pajak kalo tdk final ==> (Rp. 10) —->misalnya
    PPH TERUTANG AKHIR TAHUN ==> (Rp. 60) sehingga LB

    tq

  • adita

    Member
    18 June 2009 at 9:28 am

    mas ayrus..
    punya ga daftar apa-apa saja yg bisa dikoreksi posotif dan negatif berikut keterangan dan dasar hukumnya…jika ada bisa email kesaya
    adita_72@ymail.com

    trimakasi banyak sbelumnya mas…

  • ayrus_alfayed

    Member
    18 June 2009 at 9:33 am

    saya punya sedikit tapi sayang dasar hukumnya masih mengacu ke UU KUP yang lama (UU No. 17/2000). tapi tinggal dicocokkan lagi aza ke UU KUP yang baru.

    Bagaimana ?

  • adita

    Member
    18 June 2009 at 9:36 am

    boleh mas.. dikirim aja. ke email saya ya

    terimaksi banyak sebelumnya..
    jika masi ada info terkait koreksi fiskal ini kirim aja mas.
    sekali lagi trimaksi.. wasalam

  • irwanwisanggeni

    Member
    18 June 2009 at 10:44 am

    menurut aku seh Biaya Sewa tetap dapat dibiayakan walaupun sdh dipotong PPh Psl 4 Ayat 2,kalau ada yg tdk setuju bs minta tolon dond dasar hukumnya hehehehee ngyel dikit,SALAM

  • ayrus_alfayed

    Member
    18 June 2009 at 11:32 am

    kita luruskan dahulu

    YANG MENYEWAKAN
    1. tidak ada biaya sewa coz dia yang punya barang (baca : gedung)
    2. dia yang dipotong PPh pasal 4 (2)
    3. biaya yang timbul paling2 biaya perawatan atas gedung tsb, biaya renovasi, dll dan INILAH YANG TIDAK DAPAT DIBIAYAKAN (alias dikoreksi) = pasal 4 (2) artinya Penghasilan final maka biaya pun non obyek

    YANG PENYEWA
    1. Ada biaya sewa yg harus dibayar dan INI DAPAT DIBIAYAKAN = pasal 4 (1)
    2. Dia memotong PPh pasal 4 (2) dan bersifat final dan tidak dapat dikreditkan

    mohon koreksi

  • irwanwisanggeni

    Member
    18 June 2009 at 1:06 pm

    maksud saya dr sisi yg menyewa tentunya B sewa itu dpt dibiayakan gt loh krn kasus inikan dr sisi yg menyewa …hehehehehe tks

  • irwanwisanggeni

    Member
    18 June 2009 at 1:09 pm

    yang menyewa artinya yg memakai jasa sewa ya,,, nanti salah lg deh

Viewing 1 - 15 of 18 replies

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now