Informasi Pajak Terkini Forums PPh Badan Aktiva Tetap Disewakan Apakah Penyusutan Boleh Dibiayakan

  • Aktiva Tetap Disewakan Apakah Penyusutan Boleh Dibiayakan

     hanif updated 10 years, 11 months ago 9 Members · 11 Posts
  • d3d1hr

    Member
    16 December 2011 at 8:14 am
  • d3d1hr

    Member
    16 December 2011 at 8:14 am

    Kami perusahaan manufaktur.
    Kami menyewakan Aktiva tetap kita ke perusahaan lain.
    Apakah atas penyusutan Aktiva Tetap tersebut boleh dibiayakan secara pajak…???

    Salam…

  • anasbuchori

    Member
    16 December 2011 at 8:31 am

    menurut saya boleh

  • raharja

    Member
    16 December 2011 at 9:05 am

    tergantung,rekan..
    apakah operating lease (tanpa hak opsi) atau finance lease (dengan hak opsi)..

  • fusuy

    Member
    16 December 2011 at 9:35 am

    tergantung juga jenis aset yang disewakan apakan penghasilannya masuk sewa yang dikenai PPh final/ tidak

  • edisuryadi2

    Member
    16 December 2011 at 9:39 am

    DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
    DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
    __________________________________________________ _________________________________________
    24 Maret 2003

    SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
    NOMOR S – 159/PJ.42/2003

    TENTANG

    PERLAKUAN PAJAK PENGHASILAN ATAS PENYUSUTAN AKTIVA YANG DISEWAKAN

    DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

    Sehubungan dengan surat Saudara nomor XXX tanggal 20 Nopember 2002 perihal permohonan tarif lain atas
    penyusutan aktiva yang disewakan, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Dalam surat tersebut Saudara mengemukakan bahwa:
    a. Koperasi ABC mempunyai dua kelompok penggunaan aktiva tetap yaitu aktiva yang dipakai
    sendiri dan aktiva yang disewakan. Aktiva yang disewakan tersebut umumnya berupa meja,
    kursi, filling cabinet, komputer dan sejenisnya;
    b. Masa kontrak aktiva yang disewakan tersebut umumnya selama 2 (dua) tahun dan setelah itu
    biasanya dilelang kepada para anggota koperasi atau dibeli oleh penyewa. Secara komersial
    penyusutan diperlakukan selama 2 (dua) tahun sesuai kontrak sewa (matching cost);
    c. Pada saat koreksi fiskal, penjualan atas aktiva yang disewakan untuk tahun ke-3 dan
    seterusnya nihil sedangkan biaya penyusutannya ada terus sampai tahun ke-8 sehingga Sisa
    Hasil Usaha (SHU) kotor untuk tahun ketiga dan seterusnya menunjukkan posisi rugi terus;
    e. Untuk keperluan perpajakan Saudara mohon dapat menggunakan tarif lain (sesuai masa
    kontrak sewa) untuk penyusutan aktiva yang disewakan tersebut.

    2. Berdasarkan Pasal 11 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana
    telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 beserta Penjelasannya, antara
    lain diatur bahwa:

    Ayat (1), penyusutan atas pengeluaran untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau
    perubahan harta berwujud, kecuali tanah yang berstatus hak milik, hak guna bangunan, hak guna
    usaha, dan hak pakai, yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara
    penghasilan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dilakukan dalam bagian-bagian
    yang sama besar selama masa manfaat yang telah ditentukan bagi harta tersebut.

    Ayat (2), penyusutan atas pengeluaran harta berwujud sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) selain
    bangunan, dapat juga dilakukan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat, yang
    dihitung dengan cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku, dan pada akhir masa manfaat
    nilai sisa buku disusutkan sekaligus, dengan syarat dilakukan secara taat asas.

    Ayat (8), apabila terjadi pengalihan atau penarikan harta karena sebab lainnya, maka jumlah nilai sisa
    buku harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dan jumlah harga jual atau penggantian asuransinya
    yang diterima atau diperoleh dibukukan sebagai penghasilan pada tahun terjadinya penarikan harta
    tersebut.

    3. Berdasarkan Lampiran I dan II Keputusan Menteri Keuangan Nomor 138/KMK.03/2002 tentang
    Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 520/KMK.04/2000 Tentang Jenis-jenis Harta Yang
    Termasuk Dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan Untuk Keperluan Penyusutan antara lain
    diatur bahwa komputer, printer, scanner dan sejenisnya serta mebel dan peralatan dari kayu atau
    rotan (bukan logam) yang bukan bagian dari bangunan termasuk dalam kelompok I, sedangkan
    mebel dan peralatan dari logam yang bukan merupakan bagian dari bangunan termasuk dalam
    kelompok II.

    4. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut di atas dengan ini ditegaskan bahwa:
    a. Penyusutan aktiva tetap untuk tujuan perpajakan, baik aktiva tetap yang dipergunakan sendiri
    maupun yang disewakan, sepanjang jenis, harta dan jenis usahanya sama atau dalam satu
    kelompok, harus dilakukan dengan metode penyusutan yang sama dan dengan masa manfaat/
    tarif penyusutan yang sama pula;
    b. Aktiva tetap berupa meja, kursi, filling cabinet, komputer dan sejenisnya, sebagian termasuk
    dalam kelompok 1 (masa manfaat 4 tahun) dan sebagian termasuk dalam kelompok 2 (masa
    manfaat 8 tahun);
    c. Dalam hal aktiva tetap tersebut setelah habis masa persewaannya kemudian dijual, maka
    hasil penjualannya merupakan penghasilan/Objek Pajak dan nilai sisa buku fiskalnya
    dibebankan sekaligus sebagai biaya, dalam tahun terjadinya penjualan;
    d. Permohonan saudara untuk perlakuan yang berbeda tidak dimungkinkan oleh ketentuan yang
    berlaku.

    Demikian penegasan kami harap maklum.

    DIREKTUR,

    ttd

    SUMIHAR PETRUS TAMBUNAN

  • ingintahupajak

    Member
    16 December 2011 at 9:41 am
    Originaly posted by raharja:

    apakah operating lease (tanpa hak opsi) atau finance lease (dengan hak opsi)..

    Pertanyaan saya sama dengan rekan raharja.

  • agusarta81

    Member
    16 December 2011 at 9:48 am

    kalau sewanya dng hak opsi /finance lease maka lessor tidak boleh menyusutkan aktiva tsb.kalau tanpa hak opsi,lessor boleh melakukan penyusutan atas aktiva yg disewakannya.tentunya menjadi deductible cost.dng syarat yg disewa adalah aktiva selain tanah dan/ bangunan.krn klo sdh bersifat final tentunya sudah rampung semua kewajiban dan biaya melekat.tidak ada rekonsiliasi lgi.

    salam damai,

    Agus Artha

  • d3d1hr

    Member
    16 December 2011 at 9:52 am

    Terima kasih atas pencerahannya rekan…

  • robbie1985

    Member
    16 December 2011 at 2:47 pm

    Klo yang yang di sewakan adalah Tanah dan Bangunan tidak boleh dibiayakan penyusutannya karena penghasilannya pun sudah di potong PPh Final

  • hanif

    Member
    16 December 2011 at 3:01 pm
    Originaly posted by robbie1985:

    Klo yang yang di sewakan adalah Tanah dan Bangunan tidak boleh dibiayakan penyusutannya karena penghasilannya pun sudah di potong PPh Final

    mantaap…

    Salam

Viewing 1 - 11 of 11 replies

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now