Ortax Channel

  • 7 Nop 2016

[TAX VIEW] - Strategi dan Sasaran Amnesti Pajak Periode Kedua

Interview eksklusif dilakukan dengan Hestu Yoga Saksama , Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), DJP. Interview membahas mengenai Strategi dan Sasaran Amnesti Pajak Periode Kedua. Untuk mengetahui bahasan interview selengkapnya, berikut transkrip interviewnya.


Bagaimana pandangan Bapak terkait pencapaian satu bulan pertama Periode Kedua Amnesti Pajak?

Saya pikir ini hal yang wajar bahwa periode kedua ini kan sebenarnya tiga bulan dari Oktober sampai dengan Desember. Di periode kedua ini, satu bulan ini yang masuk uang tebusan itu baru sekitar 700 sekian Miliar, tetapi itu jumlah yang belum terlalu besar. Tetapi dari jumlah peserta yang ikut di periode kedua ini sebenarnya sudah menunjukan kondisi yang cukup bagus, sudah ada sekitar 37.000 Wajib Pajak yang ikut dan itu mostly kebanyakan adalah Wajib Pajak yang pelaku usaha dengan omset sampai dengan 4,8 Miliar atau istilahnya itu UMKM. Nah ini sesuai dengan prediksi kami bahwa memang di periode kedua ini UMKM akan mulai banyak masuk dan kalau sampai dengan satu bulan ini kami masih optimis bahwa ini nanti memang akan meningkat terus dibulan November dan Desember.


Berapa target penerimaan dari Ditjen Pajak dalam Amnesti Pajak Periode Kedua? Bagaimana Optimisme Bapak terhadap pencapaian target tersebut?

Amnesti Pajak ini sesuatu yang tidak rutin artinya ini hanya sekali terjadi. Sebagaimana kemarin, di periode pertama banyak hal tidak terduga yang muncul baik uang tebusan maupun berapa deklarasi yang disampaikan oleh Wajib Pajak. Ini berbeda dengan penerimaan rutin yang mungkin kita bisa hitung kita perkirakan plus minusnya ada deviasi sekian. Nah Amnesti Pajak ini memang benar-benar sulit untuk kita membuat suatu target yang kira-kira akurat benar, jadi kami tidak menargetkan angka berapa rupiah, berapa ini segala macam, yang kami akan lakukan adalah bekerja keras sosialisasi sebanyak mungkin, mengajak masyarakat Wajib Pajak untuk sebanyak mungkin ikut Amnesti Pajak. Jadi tidak ada target terkait dengan rupiahnya tapi kami optimis bahwa akan semakin banyak Wajib Pajak yang ikut di periode kedua ini.


Apakah Ditjen Pajak memiliki strategi khusus untuk Amnesti Pajak Periode Kedua yang tersisa dua bulan kedepan?

Ya baik terimakasih, jadi kalau kita lihat di periode pertama kemarin, ketika Undang-Undang baru disahkan kemudian kita berjalan, nah kalau yang kemarin itu pertama membangun awareness sebanyak mungkin warga masyarakat itu tahu Amnesti Pajak, kemudian kita katakanlah mengarah memprioritaskan pada Wajib Pajak yang besar, kita bicara konglomerat atau apapun segala macam mereka supaya ikut Amnesti Pajak. Nah di periode kedua ini kita bisa lebih segmented karena awareness-nya sudah sangat terbangun, kemudian kita juga punya data dari kelompok-kelompok atau sektor-sektor mana, mereka sudah seberapa mengikuti Amnesti Pajak. Jadi memang kita diperiode kedua ini dua bulan kedepan ini kami akan lebih segmented dalam melakukan sosialisasi. Kita undang seperti organisasi-organisasi profesi, itukan kalangan menengah ya, kita ajak mereka untuk ikut amnesti yang belum, kemudian yang Wajib Pajak besar pun masih ada peluang karena belum semuanya yang kemarin di periode pertama itu ikut, karena waktunya mereka bilang sempit, “saya punya asset ribuan, nah saya gak punya cukup waktu”. Nah itulah yang mereka sekarang masih ada kesempatan untuk ikut amnesti di periode kedua. Yang ketiga tentunya kita bicara seperti saya sampaikan tadi UKM, nah UKM ini kan jumlahnya banyak nah kita sudah membuat strategi khusus, yang pertama bahwa sudah ada Peraturan Dirjen Pajak bahwa UKM itu tidak harus semuanya datang ke Kantor Pajak, tetapi mereka bisa menyampaikan SPH atau formulir tax amnesty ini secara kolektif melalui asosiasinya. Jadi mereka tetap ada ditempat mereka berdagang, berjualan, ada asosiasinya disitu nanti ada pendampingan dari Kantor Pajak datang kesitu jemput bola, mereka ngisi SPH menyampaikan, mengumpulkan secara kolektif, cukup satu orang yang datang ke Kantor Pajak. Nah, hal-hal semacam itu yang kami lakukan di periode kedua ini.


Di beberapa  pemberitaan Amnesti Pajak akan mengarah pada profesi tertentu seperti dokter, notaris, dan konsultan pajak, upaya apa yang akan dilakukan Ditjen Pajak untuk memaksimalkan potensi tersebut?

Nah disinilah kita melihat di periode pertama kemarin, yang saya bilang tadi golongan menengah itu kan yang golongan menengah itu profesi-profesi tadi, banyak lawyer, akuntan kemudian konsultan pajak juga artis, pekerja seni segala macam. Nah dari data yang ada, mereka memang belum banyak yang memanfaatkan periode pertama kemarin. Nah inilah yang kemudian kita membuat strategi khusus disini, jadi kita cek datanya siapa yang sudah, berapa yang sudah ikut TA, berapa yang belum ikut TA, kita dekati melalui asosiasi-asosiasinya juga kita lakukan sosialisasi, kita tanyakan kenapa kok sampai sekarang belum ikut?. Kalau memang sudah lapor semuanya, penghasilan dan hartanya di SPT ya tidak ada masalah tidak perlu ikut, tetapi dalam analisa kami itu masih banyak yang sebenarnya berpotensi untuk ikut, sayang banget kalau mereka tidak memanfaatkan ini, sudah cukup banyak yang memanfaatkan dan mereka merasakan kelegaan karena masalah perpajakan 2015 kebelakang terselesaikan dengan cukup membayar 2% waktu itu. Nah bagaimana yang lainnya yang banyak ini dokter-dokter, notaris segala macam, mereka punya penghasilan yang belum sepenuhnya dilaporkan di SPT, nah inilah strategi kami secara segmen kepada profesi-profesi ini sebagai golongan menengah di Indonesia, seyogyanya mereka bisa memanfaatkan Amnesti Pajak ini.

 
Berkaca pada periode sebelumnya, dimana sebagaian besar WP melakukan penyampaian SPH di penghujung periode pertama, langkah antisipasi apa yang dilakukan Ditjen Pajak agar Amnesti Pajak periode kedua berjalan dengan baik?

Ya tentunya Direktorat Jenderal Pajak akan siap bahwa nanti diakhir periode kedua artinya Desember bahkan hari-hari terakhir, minggu terakhir ini akan seperti yang periode pertama kemarin, begitu banyaknya di kantor pusat sini aja hampir 4000 dihari terakhir itu. Antisipasinya tentunya pertama kita tetap siap kondisi tersebut, bisa kita seperti yang kemarin itu 90% pegawai pajak itu semuanya melayani Amnesti Pajak, tapi kami juga lakukan himbauan-himbauan terus kepada masyarakat, jangan menunggu di akhir bulan Desember untuk menyampaikan Amnesti Pajak di periode kedua ini. Nah ini tentunya mereka juga selama ini sudah melihat begitu penuhnya di bulan September kemarin harusnya belajar dari situ, harusnya Wajib Pajak bisa lebih cepat lagi, lebih awal lagi menyampaikan amnesti. Sekarang ini Kantor kami walaupun belum terlalu ini, tetapi ada peningkatan-peningkatan di minggu-minggu ini, hari-hari ini sudah mulai ada peningkatan-peningkatan, itu yang kedua. Yang ketiga terkait UKM tadi kita sampaikan bahwa UKM itu tidak harus semuanya datang ke Kantor Pajak, tetapi bisa menyampaikan secara kolektif. Nah ini tolong dimanfaatkan dengan benar dengan  baik. Asosiasi-asosiasi yang memiliki anggota para UMKM nah ini tolong bantu mereka, tidak harus semuanya datang berbondong-bondong ke Kantor Pajak tetapi bisa diwakili oleh asosiasinya secara kolektif menyampaikan Amnesti Pajak.


Pesan Bapak terhadap masayarakat terkait Amnesti Pajak Periode Kedua?

Nah yang pertama adalah bahwa tarif Amnesti Pajak untuk periode kedua ini masih sangat-sangat ringan yaitu 3% dari harta yang belum dilaporkan di SPT. Kalau kemarin 2% memang ada kenaikan menjadi 3% , tetapi ini adalah amnesti yang paling ringan didunia tarifnya, jadi 3% itu juga masih sangat ringan dibandingkan mungkin di Negara lain yang mintanya mungkin 10% atau lebih semacam itu. Jadi tolong dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi yang belum ikut amnesti dan masih memiliki masalah perpajakan 2015 kebelakang, manfaatkan sebaik-baiknya, itu yang pertama. Yang kedua seperti saya sampaikan tadi, jangan menunggu di akhir bulan Desember, nanti Desember ini banyak libur juga, ada libur Natal, Tahun Baru segala macam, nah kalau bisa sih Wajib Pajak itu yang mau ikut Amnesti nanti agar akhir tahun itu sudah cuti tahun barunya dengan perasaan lega. Tidak harus datang ke Kantor Pusat menyampaikan Amnesti Pajak sehingga tidak bisa liburan di akhir tahun, nah segera saja di November ini nanti kondisinya masih sangat nyaman untuk datang ke Kantor Pajak menyampaikan Amnesti Pajak, nah itu saja.