Ortax Channel

  • 29 Sept 2016

[TAX VIEW] - Tax Amnesty: Perkembangan Penerimaan Uang Tebusan Tax Amnesty

Interview eksklusif dilakukan dengan Iman Santoso, Partner PSS Consult - Ernst & Young Indonesia. Interview membahas mengenai Perkembangan Penerimaan Uang Tebusan Tax Amnesty

Bagaimana pendapat Anda terkait perkembangan penerimaan Uang Tebusan Tax Amnesty?

Ya, perkembangan program Tax Amnesty sejak diberlakukannya Undang-Undang per 1 Juli 2016 kemarin, memang awalnya kurang menunjukan jumlah uang tebusan yang signifikan, yang belum menggembirakanlah, tetapi belakangan sampai dengan minggu ketiga September ini saya melihat banyak animo terutama masyarakat-masyarakat khususnya konglomerat-konglomerat seperti Pak James Riady, Pak Hutomo Mandala Putra, kemudian Pak Murdaya Poo itu melakukan pelaporan Tax Amnesty. Mungkin juga mereka melihat bahwa program Tax Amnesty ini bagus untuk dimanfaatkan karena memberikan beberapa benefit, beberapa fasilitas tidak diaudit dari segi perpajakan sampai dengan Tahun Pajak 2015. Yang kedua, mungkin sekarang perkembangan pembayaran uang tebusan Tax Amnesty itu lebih besar karena berkat sosialisasi yang cukup masif dan sistematis dari pihak otoritas perpajakan Direktorat Jenderal Pajak. Yang saya paham Dirjen Pajak itu juga menggandeng asosiasi-asosiasi seperti APINDO, KADIN dan juga IKPI misalnya untuk melakukan sosialisasi secara intensif kepada para member-member asosiasi tersebut. Yang saya paham misalnya seperti IKPI itu para anggota IKPI juga di-encourage oleh pengurus pusat untuk memberikan sosialisasi yang cukup masif kepada client-client-nya untuk bisa mengikuti program Tax Amnesty. Begitu juga mungkin karena tipikal Wajib Pajak kita masih menunggu deadline ya jadi waktu awal-awal mungkin memang belum begitu banyak yang ikut Tax Amnesty, yang pertama karena regulasi yang masih juga harus disempurnakan, yang kedua juga sosialisasi yang belum masif dan yang ketiga biasanya nunggu deadline ini tipikal Wajib Pajak kita, menunggu deadline pembayaran uang tebusan yang paling ecil 2% yang harus dibayar di September ini.