Artikel

  • 20 Agust 2007

Persiapan Pemeriksaan PPN

Aditya T. Handoko Bwoga
Prime Consulting

persiapan pemeriksaan ppn1. PERSIAPAN PEMERIKSAAN PPN

Ketidaksiapan dalam menghadapi Pemeriksaan Pajak sering membuat kita harus “membayar mahal” berupa koreksi-koreksi karena kesalahan penerapan aturan, data tidak lengkap, maupun sebab lain yang seharusnya dapat diantisipasi sebelumnya. Begitu juga dengan pemeriksaan PPN. Berikut adalah tips untuk mempersiapkan pemeriksaan PPN:

  1. Buat check list hal-hal yang harus dipersiapkan dan diperiksa ulang, yang paling tidak berisi hal-hal sebagai berikut:
    • SSP sudah sesuai dengan Pajak terutang per SPT Masa PPN
    • Penulisan data WP sudah benar
    • Seluruh perhitungan sudah dicek ulang dan sudah benar
    • Penulisan data Pembeli dan data Pemasok sudah benar (Nama, NPWP, dll)
    • Faktur Pajak Keluaran lengkap dan sesuai dengan yang dilaporkan
    • Faktur Pajak Masukan lengkap dan sesuai dengan yang dilaporkan
    • Kompensasi PPN sesuai dengan lebih bayar bulan sebelumnya
    • Tanda Tangan di FP dan di SPT sesuai dengan spesimen yang didaftarkan ke KPP
  2. Buat Rekonsiliasi antara Pajak Keluaran per SPT PPN vs Objek PPN (Peredaran menurut SPT PPh Badan).
  3. Bila mungkin, buat Rekonsiliasi FP Masukan vs Pembelian per SPT PPh Badan.

Tentu saja, banyak hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam persiapan pemeriksaan PPN selain poin-poin di atas. Meskipun demikian, persiapan di atas dapat mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam pemeriksaan PPN. Selamat mencoba.

2. REKONSILIASI OMZET PPh VS OBYEK PPN KELUARAN

Salah satu poin penting dalam memastikan kelengkapan pelaporan Obyek PPN keluaran serta Omzet pada PPh Badan adalah rekonsiliasi Omzet PPh VS Obyek PPN. Rekonsiliasi tersebut dapat dilakukan dengan rumusan sebagai berikut:

Omzet per SPT PPh Badan A
Obyek PPN Keluaran selain Omzet
(mis: uang muka, pendapatan lain-lain)
B       
Jumlah (A + B) C
Obyek PPN Keluaran Per SPT PPn D       
Selisih (C – D) E
(+) Omzet Tahun sebelumnya dilapor tahun ini F
(– ) Omzet Tahun ini dilapor tahun berikutnya G      
Selisih (E + F – G) H

Bila H masih ada selisih (tidak sama dengan nol), kemungkinan besar selisih berasal dari retur atas penjualan dengan Faktur Pajak Sederhana atau karena memang ada kesalahan dalam penghitungan Obyek PPN maupun Omzet PPh Badan. Selamat mencoba.

  • 20 Agust 2007

Disclaimer :

Isi dan Tanggapan pada Artikel ini diluar tanggung jawab Ortax.
Ortax tidak bertanggung jawab secara langsung maupun tidak langsung, atas segala kesalahan yang dapat terjadi yang dapat menyebabkan kerugian materi maupun non materi, akibat tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data dan informasi yang disajikan.


Tanggapan


NURMALI
 24 Sept 2009
Sebetulnya check list diatas sebaiknya sudah dikumpulkan waktu kita melaporkan, sehingga kekurangan data karena masih dalam perjalanan, terselip atau kelupaan dan lain sebagainya dapat di antisipasi secepatnya. jadi artikel diatas memang perlu diperhatikan dan layak untuk di pergunakan, bravo
begawan5060
 8 Jan 2009
Saya sependapat dengan artikel ini. Memang secara umum omzet menurut SPT PPN equal dengan omset menurut SPT PPh. Namun dalam hal-hal tertentu boleh tidak equal. Masalah yang begini masih banyak WP yang tidak mempersiapkan penghitungan rinci atas selisih tersebut, atau mungkin kurang memahami.
reizagerrard
 31 Des 2008
prinsipnya klo semua sudah dilaporkan sesuai dengan aturan yg berlaku ya ga usah takut...kalo bener knapa harus takut.
surjono
 18 Nop 2008
jangankan sampai ke GL, rekening koran dll.. apabila FP Masukan ada yang salah dikit aja seperti pada hargajual/penggantian lupa dicoret salah 1 langsung di koreksi..
rohendy
 6 Nop 2008
Senjata ampuh pemeriksa memang ekualisasi, karenanya sebelum diperiksa perlu diperiksa dulu ekualisasi antar pos-pos transaksi yang berhubungan harus sesuai.
reizagerrard
 14 Okt 2008
yang penting disiapkan adalah data-data yang diminta oleh fiskus serta dokumen-dokumen pendukungnya, kan ada jangka waktu dalam memenuhi berkas yang diminta fiskus...lakukan check dan recheck ats dokumen tersebut, jangan sampai ada yang hilang atau tercecer.
Koostadi S
 11 Sept 2008
terima kasih.sebagai bahan untuk evaluasi dan Control PPN masa, sehingga kalau terjadi pemeriksaan meminimalisir koreksi dari Fiskus
rina37
 29 Agust 2008
Selain dokumen faktur pajak, untuk penjualan ekspor dokumen2 pendukung seperti B/L, PEB, PE, Invoice,Packing List pun harus lengkap dan benar. Karena sedikit saja perbedaan dapat menimbulkan koreksi ....
EDDYPRASETYO
 21 Jul 2008
Yang jadi kendala adalah adanya konfirmasi faktur. Ini sering menjadi masalah dalam pemeriksaan. kira kira ada solusinya?
ical
 26 Mei 2008
Bagus artikel ini.. Dapat memberikan wawasan bagi wajib pajak dalam menghadapi pemeriksaan PPN yang akan dilakukan pemeriksa.. Satu hal yan gperlu digaris bawahi, bahwa faktur pajak adalah titik penting dalam PPN. Perhatikan kebenaran formal dan material faktur pajak..
back to top