Info Ortax

  • 12 Mar 2019
  • Ortax.org

SPT Masih Bisa Dianggap Tidak Disampaikan Walau Sudah Mendapat BPE?

SPT_01Wajib Pajak yang sudah melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) secara online (e-Filing) baik melalui laman DJP atau Penyalur SPT Elektronik akan mendapatkan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE). BPE berfungsi sebagai tanda terima penyampaian SPT e-Filing yang berisi informasi yang meliputi nama, Nomor Pokok WP, tanggal, jam, Nomor Tanda Terima Elektronik dan keterangan lainnya yang tertera pada hasil cetakan bukti penerimaan.

Atas penyampaian SPT melalui e-filing tersebut, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) akan melakukan penelitian. Berdasarkan Pasal 15 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER - 02/PJ/2019 bahwa atas penelitian SPT yang dilakukan KPP, KPP masih dapat menerbitkan Surat Permintaan Kelengkapan SPT kepada Wajib Pajak dalam hal diketahui SPT tersebut tidak diisi dengan lengkap dan belum sepenuhnya dilampiri keterangan dan/atau dokumen yang dipersyaratkan. Penerbitan Surat Permintaan Kelengkapan SPT tersebut dapat dilakukan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal pada BPE.

Selanjutnya, dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal Surat Permintaan Kelengkapan SPT diterbitkan, Wajib Pajak harus menyampaikan kelengkapan SPT dalam bentuk Portable Document Format (PDF) atau format lainnya yang ditentukan Direktorat Jenderal Pajak dengan cara:
  1. diunggah melalui e-Filing;
  2. disampaikan langsung ke TPT KPP tempat Wajib Pajak terdaftar;
  3. disampaikan melalui pos dengan bukti pengiriman surat; atau
  4. disampaikan melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat.

Dalam hal Wajib Pajak tidak menyampaikan kelengkapan SPT dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud di atas atau menyampaikan kelengkapan SPT namun tidak sesuai dengan Surat Permintaan Kelengkapan SPT, kepada Wajib Pajak diterbitkan Surat Pemberitahuan SPT Dianggap Tidak Disampaikan.
  • 12 Mar 2019
  • Ortax.org