Kurs Pajak :
Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 11383.25
USD 8982
GBP 13906.65
AUD 7956.61
SGD 6615.21
Masa Berlaku :
30.08.2010 - 05.09.2010
Sumber dari 875/KM.1/2010

Selengkapnya
Polling :
Training Pajak
ORTax - 24 Nopember 2009

Training apa yang Anda inginkan untuk 3 (tiga) bulan kedepan ?

Koreksi Fiskal & SPT Tahunan
Faktur Pajak & Permasalahnnya
Tax Planning & Pemeriksaan
Keberatan & Banding
Transfer Pricing
Hasil
Arsip

Target Pajak Rp1.200 T Sulit Dicapai
Okezone.com, 1 Desember 2009

JAKARTA - Target penerimaan pajak Rp1.200 triliun dengan rasio pajak 14-14,5 persen terhadap PDB pada 2014 dinilai sulit direalisasikan. Hal ini karena Ditjen Pajak tidak maksimal melakukan penarikan perpajakan.

"Misalnya sekarang, realisasi penerimaan bakal tidak tercapai. Di 2010 juga target naik lagi. Padahal kondisi ekonomi juga belum jelas arah pemulihannya. Karena realisasi selalu di bawah target, akibatnya ada ongkos yang harus ditanggung oleh APBN," ujar Direktur Eksekutif Econit Advisory Group Hendri Saparini di Jakarta kemarin. Selain itu, Hendri menuturkan, pemerintah juga masih memiliki problem tentang pemetaan penerimaan pajak yang potensial.

Dengan jumlah kepemilikan nomor pokok wajib pajak (NPWP) hingga 13,6 juta per April 2009, tingkat kepatuhannya bahkan diperkirakan tak lebih dari 50 persen. "Selain itu, kita juga tidak pernah tahu berapa potensi pajak kita karena BPK tidak boleh meminta data penerimaan pajak. Padahal ini sangat penting untuk melihat tingkat kepatuhan pembayar pajak," katanya.

Direktur International Center for Applied Finance and Economics (Inter-CAFE) IPB Iman Sugema menambahkan,target penarikan pajak hingga Rp1.200 triliun dengan tax ratio sebesar 14-14,5 persen pada 2014 sangat tidak realistis. Struktur penerimaan pajak selama ini masih ditopang oleh pajak tidak langsung (indirect tax) seperti PPN dan PPn. "Sulit meningkatkan tax ratio kalau kita masih bergantung pada indirect tax," tegasnya.

Iman menambahkan,upaya pemerintah mengejar tax ratio yang saat ini sebesar 12 persen PDB saja masih sangat sulit. Selain karena masih ditopang pajak tidak langsung, reformasi perpajakan yang saat ini telah memasuki tahap kedua juga belum memberikan dampak signifikan bagi peningkatan penerimaan pajak.

Menurutnya,pemerintah harus menggenjot penerimaan pajak langsung (direct tax) bila ingin merealisasikan penerimaan pajak sebesar itu di antaranya pajak penghasilan (PPh) perorangan dan perusahaan. Pemerintah menargetkan penerimaan pajak Rp1.200 triliun pada 2014 agar kontribusi pajak atas penerimaan negara dan hibah, yang senilai Rp1.668,6 triliun, bisa lebih besar.

Back to TOP - Arsip
Username :

Password :

 » Lupa Password ??
» klik disini !!
Referensi :
Susunan Dalam Satu Naskah 9 (Sembilan) Undang-undang ...
ORTax Team,
24 Mei 2010
Susunan Dalam Satu Naskah 9 (Sembilan) Undang-undang Perpajakan - Cetakan IIBuku Susunan Dalam Satu Naskah 9 (Sembilan) UU Perpajakan merupakan himpunan Undang-Undang Perpajakan Indonesia yang disusun secara sistematis dan user ...
Selengkapnya
Order Online
Event :
Teknik Administrasi PPN Menurut UU PPN 2009
Hotel Bumi Karsa, Bidakara - Jakarta
Sabtu, 24 Juli 2010
 
Teknik Komprehensif Penghitungan & Pemeriksaan PPh Potput
Hotel Bumi Karsa, Bidakara - Jakarta
Rabu, 21 Juli 2010
 
Arsip
Announcement :
ORTax Team
16 Juli 2010

Fitur Careers (Lowongan Pekerjaan) sudah diaktifkan

 

Diberitahukan kepada rekan2 ORTax, Fitur Careers sebagai fitur yg menyediakan informasi mengenai lowongan pekerjaan khusus dibidang Pajak, Keuangan dan Akuntansi sudah diaktifkan.

Klik di sini untuk informasi selengkapnya

Home | Site Map | About Us | Testimonial | Disclaimer | Info Iklan

Daftar Alamat KPP | Kantor Akuntan Publik | Kantor Konsultan Pajak | Buku Pajak | Software Pajak | Sekolah / Brevet Pajak | Careers
Arsip Berita | Announcement | Info Lainnya | Polling | Event | Forum | Peraturan (Official - Under Preparation) | Kontribusi Member | Aplikasi | Formulir

Peraturan | Tax Treaty | Kurs Menteri Keuangan | Kurs Bank Indonesia | Panduan | Artikel

 

Organized by:
Tax Centre FISIP Universitas Indonesia & PT. Integral Data Prima

©2007, All Rights Reserved. This site is best viewed with a resolution of 1024x768 (or higher)
and supports Microsoft Internet Explorer 6.0++, FireFox 1.0.4++ and Netscape 7.01++.