Peraturan

Surat Edaran Dirjen Pajak - SE - 13/PJ.34/1991, 10 Sept 1991


10 September 1991

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE - 13/PJ.34/1991

TENTANG

TARIF PEMOTONGAN PPh PASAL 26 HURUF b MENURUT PPPB INDONESIA DENGAN BEBERAPA NEGARA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Melengkapi Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-18/PJ.45/1991 tanggal 21 Agustus 1991 perihal pemungutan PPh Pasal 26 huruf b Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983, bersama ini dilampirkan daftar tarif pemungutan PPh Pasal 26 huruf b serta ketentuan-ketentuannya berdasarkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (PPPB) Indonesia yang sudah berlaku dengan 18 Negara, sebagai bahan bagi Saudara untuk memantau kewajiban pemotongan PPh Pasal 26 huruf b atas bunga yang dibayarkan oleh Wajib Pajak Indonesia kepada penduduk Negara-negara tersebut.

Tidak berlebihan untuk diingatkan disini bahwa tarif pemotongan PPh Pasal 26 huruf b berdasarkan PPPB tersebut hanya dapat diterapkan kepada orang atau badan luar negeri yang berdasarkan surat keterangan dari Pejabat Yang Berwenang (Competent Authority) dari Negara domisilinya bahwa orang atau badan tersebut betul-betul merupakan penduduk Negara yang terikat PPPB yang bersangkutan.

Demikian untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.






DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd

Drs. MAR'IE MUHAMMAD



Dokumen ini diketik ulang dan diperuntukan secara ekslusif untuk www.ortax.org dan TaxBase

1
Pemungutan Pph Pasal 26 Huruf B Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983
Surat Edaran Dirjen Pajak - SE - 18/PJ.45/1991, Tanggal 21 Agust 1991
2
Pajak Penghasilan
Undang-Undang - 7 TAHUN 1983, Tanggal 31 Des 1983
back to top